Tuesday, October 1, 2013

Mencapai Tujuan dengan SMART

menetapkan tujuan dengan SMART

Setiap organisasi atau bahkan individu tentu memiliki tujuan atau target-target terntentu. Ada banyak cara yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan. Kali ini, saya ingin berbagi tips untuk mencapai tujuan dengan SMART.

SMART adalah sebuah konsep yang digagas oleh George T. Doran pada tahun 1981. SMART di sini adalah sebuah akronim dari Specific, Measurable, Achievable, Realistic dan Timely.

Mungkin banyak di antara kita yang sudah sering mendengar konsep SMART ini tetapi belum terbiasa mempergunakannya. Baiklah, di bawah ini adalah penjabaran konsep SMART tersebut.

Specific

Agar dapat dicapai, tujuan yang kita tetapkan haruslah jelas dan spesifik. Tujuan harus jelas agar kita atau seluruh anggota organisasi paham apa yang harus dikerjakan. Sedangkan, tujuan harus spesifik agar kita atau seluruh anggota organisasi dapat fokus pada target atau tujuan yang hendak dicapai. Tujuan tidak boleh umum dan luas tetapi harus khusus mengerucut.

Measurable

Tujuan yang hendak dicapai harus dapat diukur. Seberapa besar, seberapa dalam, seberapa sering, seberapa kuat, atau seberapa tinggi. Apabila tujuan yang ditetapkan tidak dapat diukur, kita sendiri yang akan kesulitan untuk mencapai tujuan yang kita tetapkan.

Achievable

Nah, ini juga penting. Tujuan yang kita tetapkan haruslah tujuan yang dapat dicapai. Membuat tujuan yang tidak dicapai adalah sesuatu yang mubazir karena seberapa banyak dan besar usaha yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan itu akan sia-sia apabila tujuan yang ditetapkan tidak dapat diwujudkan. Sebaliknya, apabila tujuan yang hendak diwujudkan itu dapat dicapai, kita atau anggota organisasi akan berkomitmen dan bersungguh-sungguh serta memiliki semangat untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Realistic

Adalah sia-sia menetapkan tujuan yang tidak realistis atau tidak masuk akal. Tujuan haruslah realistis atau masuk akal. Jangan membuat tujuan yang terlampau sulit untuk diwujudkan atau tidak sesuai dengan hasrat hati kita.

Timely

Tujuan yang ditetapkan harus memiliki batas waktu. Kapan tujuan itu hendak dicapai, kita harus menentukan waktunya. Apakah satu bulan, satu kwartal, satu semester, satu tahun, satu dekade atau suatu ukuran waktu tertentu.

Thursday, August 22, 2013

7 Pertanyaan untuk Calon Entrpreneur

Salam bisnis!

Anda ingin menjadi entrpreneur? Seorang entrepreneur memiliki kualitas yang tidak dimiliki oleh mereka yang bukan entrepreneur. Hal itulah yang membuat entrepreneur jumlahnya tidak banyak.

ciri-ciri entrepreneur menurut ciputra


Apabila Anda ingin menjadi entrepreneur, jawablah tujuh pertanyaan dari Ir. Ciputra di bawah ini.

  1. Apakah Anda sangat bersemangat (passionate) dalam perjalanan menjadi seorang entrepreneur?
  2. Apakah Anda melihat sebuah kesempatan besar melayani pasar secara kreatif?
  3. Apakah Anda memiliki sebuah produk inovatif yang ketika Anda tawarkan maka prospek (calon pelanggan) Anda tidak mampu mengatakan tidak?
  4. Apakah Anda memiliki kapabilitas untuk memenangkan persaingan secara efektif?
  5. Apakah Anda tahu bagaimana menghasilkan produk atau jasa yang ingin Anda pasarkan dengan cara yang paling efisien?
  6. Apakah Anda tahu bagaimana caranya mendanai keseluruhan usaha baru Anda dengan biaya termurah serta risiko terendah sementara hasil terbaik tetap dapat Anda dapatkan?
  7. Apakah Anda siap menghadapi tuntutan kerja keras, risiko gagal dan kerugian?
Apabila Anda memiliki jawaban YA untuk semua pertanyaan di atas, Anda layak untuk menjadi seorang entrepreneur.

Thursday, July 25, 2013

Eksekusi Ide Bisnis Anda!

penyerahan topi bambu untuk gubernur banten

Salam bisnis!

Saya yakin Anda semua memiliki banyak ide bisnis di dalam benak Anda. Terlepas dari posisi Anda saat ini apakah sebagai pekerja, wirausahawan, pedagang, petani, atau bahkan Anda yang saat ini masih sekolah atau belajar tentu memiliki ide bisnis atau ide usaha. Bukan hanya satu ide, melainkan banyak ide.

Ide usaha itu tidak akan menjadi usaha yang nyata apabila tetap disimpan rapi baik di dalam otak atau pun di dalam catatan kita. Betul tidak?

Apabila Anda menjawab betul, ada baiknya Anda harus segera bertindak untuk mengeksekusi ide bisnis Anda itu. Saya yakin Anda sudah memikirkan segala macam aspek untuk memperkaya ide bisnis itu sehingga ide bisnis itu sudah matang, atau setidaknya setengah matang dan siap dieksekusi.

Apabila ide itu masih mentah bagaimana? Ya, itu tugas Anda untuk memasak ide itu agar menjadi matang dan siap dieksekusi. Saya punya saran, apabila punya ide mentah jangan diperam. Ide bukan buah. Suatu buah akan berubah menjadi matang apabila diperam tetapi ide Anda akan tetap mentah walaupun Anda peram satu abad pun!

Saya pernah punya suatu ide bisnis. Bukan bisnis yang berorientasi keuntungan melainkan bisnis sosial. Ide saya adalah untuk membantu mengembalikan kejayaan topi bambu Tangerang yang pada jaman kolonial dulu merajai pasaran Eropa dan Amerika tetapi pasca kemerdekaan justru merosot ke titik nadir angka ekspornya.

Begitu terlintas ide itu, saya langsung eksekusi mendaftarkan nama domain TopiBambu.com. Alhamdulillah masih tersedia waktu itu. Tanpa pikir panjang, saya segera akusisi nama domain itu. Saya yakin, nama domain itu akan bermanfaat untuk bisnis itu nantinya.

Sambil berjalan saya mematangkan ide itu. Setelah matang, saya ajak diskusi beberapa rekan blogger di Tangerang mengenai ide saya itu. Mereka pun setuju untuk membentuk sebuah komunitas bernama Komunitas TopiBambu. Komunitas ini memiliki tujuan utama untuk mengembalikan kejayaan topi bambu Tangerang serta membantu pelaku usaha mikro di Tangerang untuk mengembangkan usaha mereka.

Alhamdulillah setelah dibentuk, Komunitas TopiBambu segera bertindak untuk mempopulerkan kembali topi bambu Tangerang. Melalui ide-ide brilian dan keluar dari kotak yang dimiliki oleh Agus Hasanudin yang sekarang memegang kendali operasional Komunitas TopiBambu, ada prestasi membanggakan yang diraih oleh Komunitas TopiBambu, yaitu Rekor Dunia topi bambu terbesar yang pernah dibuat yang diberikan oleh Musium Rekor Indonesia. Selain itu, kerjasama-kerjasama dengan berbagai institusi pun terus dibangun seperti kerja sama dengan PT. Smart Tbk dan PT. BNI.

Apakah bisnis melalui Komunitas TopiBambu berjalan? Ya, berjalan. Banyak order topi bambu yang masuk melalui Komunitas TopiBambu yang kemudian diteruskan kepada para pengrajin topi bambu di Tangerang. Komunitas TopiBambu dapat apa? Silakan Anda pikirkan sendiri. Yang pasti, Komunitas TopiBambu memang bukan entitas bisnis yang mengejar keuntungan.

Oh ya, segala hal tentang Komunitas TopiBambu dapat Anda baca di website Komunitas TopiBambu.

Kita tidak akan pernah tahu apakah ide bisnis kita akan berhasil baik atau tidak apabila kita tidak pernah mengeksekusi ide bisnis itu. Orang sekelas Purdi Candra, Bob Sadino, dan lain-lain juga tidak akan pernah tahu apakah ide usaha mereka akan berhasil atau tidak apabila mereka tidak menjalankan ide itu. Menurut Ippho Santosa, kita tidak perlu terlalu banyak mikir yang rumit-rumit. Eksekusi saja. Jalankan saja. Setelah dijalankan, kita baru akan tahu apakah ide itu works atau tidak.

Apakah Anda berani mengeksekusi ide bisnis Anda?