Minggu, 2008 Mei 11

Susahnya Membuat Tulisan Bermutu

Saya sudah lama ngeblog. Sejak tahun 2001. Platform yang saya pakai adalah Blogger. Hosting pindah-pindah, pernah di Geocities, Tripod dan Blogspot. Saya pun pernah membangun website pribadi di F2S dan Singcat. Yang terakhir adalah malapetaka karena website saya yang saya hosting di Singcat musnah tak berbekas karena Singcat melakukan penggantian server tanpa pemberitahuan. Namanya juga layanan gratis, apa sih yang diharapkan?

Kalau dihitung, saya sudah ngeblog selama 7 tahun. Namun sampai sejauh ini saya merasa tidak mampu membuat tulisan bermutu. Saya hanya mampu mengubah dari yang semula weblog alias catatan web ke blog. Dulu weblog merupakan log atas link yang ditemukan di web baik untuk keperluan pribadi maupun untuk dibagi dengan orang lain (pengunjung).

Seiring berubahnya zaman,blog pun ikut berubah dari yang semula merupakan catatan web menjadi bentuk seperti sekarang ini. Selain weblog, dulu ada online jurnal/diary. Mereka yang suka membuat buku harian online tentu pernah kenal dengan DiaryLand.com atau Pitas.com. Dalam penilaian saya, blog saat ini justru merupakan perkembangan dari jurnal online daripada catatan web. Namun, kali ini orang tidak melulu menceritakan kegiatan atau curhat melainkan juga menulis artikel-artikel, opini, cepen, puisi, panduan, dan lain-lain. Dalam buku harian online, puisi atau opini masih bisa muncul tetapi panduan/tutorial bisa dikatakan tidak ada.

Sejak kenal dengan internet saya langsung ingin tahu. Bukan hanya email, saya pun tertarik untuk membuat situs web. Zaman itu belum ada Content Management System sehingga hampir seluruh situs web bersifat statik. Untuk membuat halaman baru kita melakukannya secara manual. Yang mahir memakai MSFrontpage bisa membuat template sehingga kalau mau membuat halaman baru tinggal membuka template halaman, mengisi konten baru lalu mempublikasikan dengan nama file baru. Kalau mau mengubah homepage maka index.html, index.htm, main.html atau main.html diedit secara manual. Saya pernah merasakan zaman itu sehingga saya sempat kesal luar biasa ketika situs web saya di Singcat musnah tak berbekas. Sebagai orang yang tidak punya PC sendiri waktu itu saya tidak punya back up. Di komputer kantor pun saya hanya bisa menyimpan data selama saya masih belerja di sana. Yang sangat penting saja yang saya simpan di disket atau CD.

Maka dari itu, ketika saya mulai kenal Blogger dari Cay saya langsung pindah haluan. Saya tinggalkan cara manual dan mulai membuat konten dinamis dengan Blogger. Hosting tetap di Geocities, Tripod atau F2S yang waktu itu masih membolehkan ftp untuk free account mereka. Hmm Enaknya zaman dulu, ftp saja gratis.

Saya dulu sudah tahu link milik Kuncoro yang juga sudah lama ngeblog. Kalau ingat waktu itu, Blogger belum punya commenting system sendiri sehingga orang-orang memanfaatkan layanan HaloScan. Lalu muncul yang namanya ShoutBox dan kalau tidak salah ada yang namanya Tag Board (CMIIW). Sungguh beruntung para bloger masa kini yang sudah mendapati blog engine atau blog publishing system yang memiliki fasilitas yang lengkap dan ciamik. Ngeblog menjadi semakin mudah dan mengasyikkan, terlepas dari omongan orang yang selalu ngaku pakar yang mengatakan blog adalah situs tidak jelas dan bloger adalah orang tidak jelas. Hahaha, saya jadi geli karena ternyata Pak Juwono Sudarsono, Pak Yusril Ihzamahendra juga ikut menjadi manusia tidak jelas.

Susahnya membuat tulisan bermutu

Membuat tulisan bermutu itu sangat sulit. Buktinya, saya yang sudah ngeblog sejak tahun 2001 sampai saat ini masih belum bisa membuat tulisan bermutu. Bahkan, mau membahas masalah sulitnya membuat tulisan bermutu saja saya muter-muter ke sana ke mari. Oleh karena itu, marilah kita hargai hasil karya bloger/orang lain. Tolong deh untuk tidak kopi paste tulisan orang lain dan diaku sebagai hasil karya sendiri. Apa pun motivasinya, hal itu tidak baik. Mau dipakai di blog sendiri, hal itu tidak baik. Apalagi kalau sampai hasil karya orang lain dipakai untuk mencari keuntungan sendiri seperti digunakan untuk membuat buku seperti yang pernah dialami oleh Mas Iman dan Cosa Aranda juga Ilham dan bloger lain yang tulisannya pernah dicatut oleh tabloid atau majalah.

Orang akan berdecak kagum membaca tulisan Sampeyan yang bagus dan berkualitas. Akan tetapi, begitu mengetahui tulisan itu hasil membajak tulisan bloger/orang lain, Sampeyan akan menuai kehinaan diri. Dengan begitu, hasil karya sendiri yang asli bagaimana pun kualitasnya akan lebih dihargai daripada tulisan sangat bagus hasil jiplakan.

Membuat tulisan berkualitas memang sulit. Namun percayalah, dengan terus belajar dan berlatih, kita akan dapat meningkatkan kualitas hasil karya kita.

(Halah Kang, Sampeyan sudah 7 tahun ngeblog aja tulisan nggak makin bermutu kok menyuruh kita percaya? Yang pantas ngomong seperti itu bukan Sampeyan tapi yang lain!)

Ah, bodo amat. Yang penting saya ngeblog. Daripada nggak ngeblog tapi suka mencerca blog orang Lebih nggak mutu tuh!
Related Posts
Rapih-rapih Tampilan
Susahnya Menghubungi Niaga Customer Care
Ngadutrafik2007 bikin account saya di WP.com di-suspend
Panduan Memback-up Blog Secara Otomatis
Tips Membuat Blog Anda Tampak Profesional

http://moharifwidarto.com/2008/05/susahnya-membuat-tulisan-bermutu/

--
This article was sent using my Viigo.
For a free download, go to http://getviigo.com


Moh Arif Widarto

http://moharifwidarto.com


Sent from my BlackBerry® 8707
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Read More......

Jangan Merokok Banyak-banyak

Merokok bukan kebiasaan yang baik. Sama tidak baiknya dengan kegemaran minum-minuman beralkohol yang dapat menghilangkan kesadaran manusia. Sama juga tidak baiknya dengan narkotika dan obat-obat psikotropika yang membuat pemakainya berhalusinasi ke dunia khayalan yang tak pernah bisa dijamah. Rokok, minuman beralkohol, narkotika dan obat-obat psikotropika mengakibatkan kecanduan. Pada tingkat inilah letak kesamaan ketidakbaikannya.

Saya tidak akan membahas minuman beralkohol dan narkoba. Saya hanya akan bicara soal rokok.

Rokok tidak baik. Selain tubuh seorang perokok yang diancam banyak penyakit mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki, merokok jelas mengganggu bukan perokok untuk mendapatkan udara yang tercemar buangan asap kenalpot bersih. Asap rokok menambah parah udara yang sudah penuh gas karbon monoksida, karbondioksida, nitrogen monoksida dan partikel-partikel logam berat serta zat-zat pencemar yang lain.

Bukti ketidakbaikan rokok adalah larangan perokok pada anaknya yang ingin merokok. Saya punya tetangga yang perokok berat. Tetangga saya ini sudah almarhum. Anak ketiga almarhum suka bergaul dengan anak-anak yang lebih tua sehingga ketika usia SMP sudah fasih mengisap rokok. Almarhum tetangga saya ini sering menghukum anaknya kalau ketahuan merokok. Padahal, almarhum sendiri adalah perokok.

Nah, hal tersebut berbeda dengan yang saya lihat di Ciamis, tempat asal ibu saya. Di sana anak-anak umur lima tahun sudah bebas merokok. Hampir semua pria di lingkungan tersebut merokok. Mencari pria yang tidak merokok sangatlah sulit. Sungguh lebih mudah mendapatkan wanita yang merokok daripada mencari pria yang tidak merokok.

Saya sangat senang apabila lebaran ke Ciamis karena di sanalah saya yang masih kecil bebas merokok bersama saudara-saudara. Almarhum bapak kehabisan cara untuk melarang saya dan mas saya merokok apabila kami sedang di Ciamis. Almarhum bapak sendiri bukan perokok. Beliau sama sekali tidak bisa merokok. Lucu sekali ketika melihat almarhum bapak merokok pada acara-acara jagongan di kampung. Kami meminta agar almarhum bapak tidak usah merokok karena almarhum bapak memang tidak bisa merokok.

Saya sendiri belajar merokok sejak kelas lima sekolah dasar. Sungguh terlambat apabila dibandingkan dengan saudara-saudara di Ciamis. Saya masih ingat waktu itu Rokok MinakDjinggo harganya Rp25 per batang. Rokok putih yang murah adalah Commodore, isi 20 batang harganya Rp350. Saya sama sekali tidak suka Commodore. Yang saya sukai adalah Djarum Super atau MinakDjinggo filter.

Saat SMP, saya sudah lebih fasih merokok. Saya suka main bersama teman-teman agar bisa merokok. Di rumah tentu saja saya akan menghadapi amarah almarhum bapak apabila kedapatan merokok. Almarhum bapak bukan perokok sehingga saya merasa bahwa apabila almarhum bapak marah melihat saya merokok merupakan hal yang wajar. Berbeda dengan almarhum tetangga saya yang perokok berat itu. Melarang anaknya merokok seperti orang tidak punya cermin.

Ada kejadian lucu yang saya alami pada saat SMP dulu. Almarhum bapak dan ibu pergi kondangan. Saya tidak tahu kemana dan hanya berpikir bahwa mereka akan pergi lama. Oleh karena itu saya santai-santai saja merokok di dapur sambil menanak nasi seperti yang dipesankan oleh ibu sebelum pergi. Kami masih memasak pakai luweng yang memakai kayu bakar sehingga saat memasak harus ditongkrongi supaya apinya tidak mati. Hmm Nikmat sekali bisa merokok di rumah tanpa harus sembunyi-sembunyi. Saya pun menikmati momen tersebut sepenuh hati.

Tiba-tiba, tanpa saya sadari almarhum bapak sudah berdiri di belakang saya sambil berkacak pinggang dan geleng-geleng kepala. Sebentar kemudian beliau mengelus dada. Saya pun diinterogasi.

"Jadi Kamu ini merokok ya?"
"Iya, Pak." Saya tidak mungkin bohong karena tertangkap basah sedang merokok.
"Sudah lama Kamu merokok?"
"Sudah."
"Belum bisa cari duit sudah merokok. Nyusahin orang tua saja."
"Saya tidak pernah minta uang untuk beli rokok," kata saya membela diri.
"Lalu dari mana kamu dapat uang untuk beli rokok?"
"Jual telur ayam kampung."
"Oh Pantes setiap hari bapak periksa telur ayam di petarangan tidak nambah-nambah. Ternyata kamu ambil ya."
"Iya. Saya suka ambil satu dari setiap petarangan. Kan saya setiap pagi disuruh ke rumah bibi untuk mengambil pakan." Kami punya bibi yang membuka warung makan dan setiap pagi saya ditugasi menenteng ember untuk mengambil sisa-sisa makan para pembeli untuk pakan ayam, entok, angsa dan bebek peliharaan almarhum bapak. Karena sering ikut makani, saya merasa berhak untuk mengambil telur guna keperluan saya.

"Bisa berhenti merokok nggak?"
"Wah, susah Pak. Nggak bisa." Saya menjawab dengan jujur.
"Ya sudah. Kalau tidak bisa berhenti, merokoknya jangan banyak-banyak."
"Wah, ya jelas nggak bisa kalau merokok banyak-banyak?"
"Apa maksudmu?"
"Saya kalau merokok satu-satu, Pak, nggak bisa banyak-banyak."
Almarhum bapak melotot memandang saya sambil berkata, "Dasar bocah ngeyelan." Habis itu almarhum bapak meninggalkan saya.

Ternyata kejadian itu diceritakan pada tetangga kami yang juga sudah almarhum, Pak Wiyono. Dalam kesempatan kami bertemu. Misalnya dalam kerja bakti di mana ada almarhum bapak, almarhum Pak Wi dan saya, Pak Wi akan berkata, "Tok, kalau merokok jangan banyak-banyak." Saya pun akan menjawab spontan, "Nggak kok Pak Wi, saya merokoknya satu-satu." Lalu almarhum Pak Wi akan tertawa sambil memandang almarhum bapak yang tersenyum kecut.

-oOo-

Alhamdulillah sejak Juni 2007 lalu saya sudah berhenti merokok. Saya harus mengurangi faktor risiko stroke atau penyakit jantung koroner. Saya punya riwayat hipertensi. Tidak pernah berolah raga, sering tidur larut dan merokok plus minum kopi. Sudah gitu saya sudah kelebihan berat badan. Dengan rendah badan 163 cm berat badan saya 80 kg. Sungguh postur yang tidak akan menarik wanita manapun kecuali muka saya ditutupi jaguar atau mercy seri terbaru. Mulai berolah raga jelas sulit. Olah raga saya adalah nonton motogp, f1 dan kadang nonton pertandingan sepakbola atau tinju. Jenis olahraga yang tidak mengeluarkan keringat karena bergerak tetapi tetap basah kuyup karena kegerahan. Dus, saya memilih berhenti merokok dan berhenti ngopi. Itu yang paling mudah saya lakukan dan justru akan memberi penghematan sampai dengan Rp400ribu sebulan.

Sungguh berhenti merokok itu mudah.
Related Posts
Cara Gampang Berhenti Merokok
Berhenti Merokok Sudah Dua Bulan
Pada ikut ngadutrafik 2007 nggak sih?
Kalau Mau Kaya Jangan Jujur (3)
Blokir Situs MP3 dan Lakukan Pemblokiran Dengan Tuntas

http://moharifwidarto.com/2008/05/jangan-merokok-banyak-banyak/

--
This article was sent using my Viigo.
For a free download, go to http://getviigo.com


Moh Arif Widarto

http://moharifwidarto.com


Sent from my BlackBerry® 8707
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Read More......

Sabtu, 2008 Mei 10

Membaca Laskar Pelangi Serasa Bodoh

Kalau tidak salah ingat saya pernah menyampaikan bahwa saya sudah mengakuisisi Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan edensor dari Gramedia Karawaci. Laskar Pelangi belum selesai saya baca. Pembatas masih saya selipkan di antara halaman 384 dan 385. Saya baru akan membaca Bab 28 yang berjudul Societeit de Limpai. Minggu lalu saya sama sekali libur membaca. Tentu Sampeyan semua tahu mengapa saya bisa libur membaca. Yang belum tahu bisa membaca-baca postingan minggu lalu (maaf, bukan promosi).

Saya belum selesai membaca Laskar Pelangi. Novel yang sangat terlambat saya baca. Terus-terang saya memang agak kurang suka segala sesuatu yang pop. Apa pun yang pop dan jadi tren sesaat hampir pasti tidak akan saya ikuti. Sebagai bukti sampai saat ini saya belum pernah membaca Saman yang konon spektakuler. Saya belum pernah membaca Ayat-ayat Cinta. Filmnya pun saya tidak nonton. Apa yang pop, kecuali post office protocol tidak mampu membuat saya ikut-ikutan.

Lalu, mengapa saya mengakuisisi tiga dari tetralogi Laskar Pelangi?

Jujur saya katakan bahwa saat ini saya ingin mencari keseimbangan jiwa. Sejak mulai bekerja rasanya jiwa ini kering. Saya tidak lagi menulis sajak-sajak cinta kacangan. Saya tidak membaca cerpen Kompas Minggu dan sajak-sajak yang dimuat di sana. Bahkan saya jarang membaca Al-Quran lagi. Saya merasa hidup ini begitu kering. Saya kelelahan mengejar gaji dan melupakan bahwa saya punya hidup yang harus saya jalani dengan hidup sehidup hidup.

Tinggal di Tangerang dan bekerja di Jakarta walaupun remunerasinya jauh lebih tinggi daripada hidup seadanya yang saya jalani di Sleman selama satu setengah tahun pada pertengahan 2002 sampai akhir 2003 tetapi rasanya kurang bermakna. Saya merasa lebih menjadi manusia seutuhnya di Sleman dengan segala keterbatasan yang ada. Yang pasti, saya bisa bermasyarakat karena saya tidak menghabiskan sebagian besar hari di tempat kerja. Saya masih bisa bersosialisasi dengan masyarakat. Bekerja bakti atau saling membantu dengan tetangga. Di sini, hari terasa sangat pendek sehingga sosialisasi dengan tetangga serasa kurang. Untung ada KBBC sehingga saya bisa bersosialisasi kembali.

Nah, saya ingin menyeimbangkan jiwa. Saya percaya bahwa sastra mampu memberikan keseimbangan pada jiwa kita. Sastra akan membantu kita mengolah rasa dan memberi jiwa kita isi untuk mengimbangi olah pikir yang selalu kita lakukan.

Karya adik kelas saya, ES Ito, yaitu Negara Kelima dan Rahasia Meede sudah tamat saya baca. Begitu pula lima seri Gajah Mada karya Langit Kresna Hariadi. Saya butuh basuhan baru dan saya putuskan untuk mengakuisisi tetralogi Laskar Pelangi supaya istri saya juga bisa ikutan baca.

Namun, berbeda dengan Negara Kelima, Rahasia Meede dan lima seri Gajah Mada yang terasa ringan saya baca, Laskar Pelangi karya Andria Hirata membuat saya seperti orang bodoh. Benar Andria Hirata menyukai biologi dan sains. Namun, justru karena itu saya menjadi seperti orang bodoh. Saya banyak tidak tahu nama-nama latin species yang disebutkan dalam Laskar. Pelangi sehingga saya tidak bisa membayangkan binatang atau tumbuhan apa yang sedang disebutkan. Saya benar-benar seperti si buta yang mendeskripsikan gajah. Membaca tetapi tidak mengerti yang saya baca. Memang ada glosarium di akhir buku tetapi cukup mengganggu kenikmatan membaca apabila sedikit-sedikit saya harus membuka glosarium.

Selain itu, saya tidak bisa membayangkan anak-anak SD Muhammadiyah yang diceritakan di sana bisa memiliki pengetahuan memadai tentang sebuah suku di Afrika. Padahal, mereka berlatar belakang orang marginal. Koran saja terlambat satu bulan. Apakah SD Muhammadiyah itu punya perpustakaan berkoleksi lengkap?

Adik ipar saya yang masih duduk di bangku SMP ingin membaca Laskar Pelangi juga. Entahlah anak yang masih gemar membaca tinlit dan ciklit itu apa akan mampu mencerna Laskar Pelangi dengan baik. Saya sendiri kalau harus mengeluarkan apa yang saya cerna melalui saluran sekresi saya pasti akan merasakan sembeli yang luar biasa sakit karena banyak yang saya harus telan mentah-mentah tanpa bisa saya kunyah dengan penuh penghayatan untuk mengurai rasanya satu per satu.

Saya ingin tahu, apakah hanya saya yang menjadi orang bodoh ketika membaca Laskar Pelangi. Sudahkan Sampeyan membaca novel itu?
Related Posts
Siapa Pernah Bertemu Fertob?
Anda suka Kombor.Com atau arif.widarto.net?
Waktu Blogwalking Selalu Kurang
Bloger Melawan Pemblokiran Situs Porno
Kena Racun BlackBerry

http://moharifwidarto.com/2008/05/membaca-laskar-pelangi-serasa-bodoh/

--
This article was sent using my Viigo.
For a free download, go to http://getviigo.com


Moh Arif Widarto

http://moharifwidarto.com


Sent from my BlackBerry® 8707
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Read More......

Koplo

Akman tergopoh-gopoh menemui Wikundro, ada panggilan dari Kejaksaan Negeri Jankarto Pusat untuk Direktur Utama PT Lindudata Maju Pertiwi.

"Pak, ada surat cinta dari kejaksaan." Akman dengan lugas memberi tahu Wikundro yang merupakan atasan langsungnya di PT Ikompi Moalhang Jayamantap. "Untuk siapa?" Wikundro segera ingin tahu. "Untuk dirut LMP, Pak. Yang mengantarkan Pak Andropol dari Tharqe Hubb Chawechawe."

Wikundro menghela nafas lebih dalam. "Hhh Kejadian juga. Dasar orang-orang amatiran." Gumamnya.

Delapan bulan sebelumnya Wikundro, Arbinto, Andropol dan Yulkimar bersama-sama pergi ke Departemen Kosakata menemui Direktur Penyeragaman. Andropol mengaku kenal dengan Direktur Penyeragaman itu dan mengajak Wikundro dan Arbinto untuk mengajukan proposal proyek. Yulkimar adalah anak buah Andropol. Dari tampangnya, Andropol seperti orang pintar. Wajahnya bersih dan jidatnya sudah bertambah luas membentuk botak di ubun-ubun. Kesannya rambut di sana meranggas karena kepala sering dipakai berpikir keras. Sedangkan Yulkimar berperawakan tegap, tingginya sekitar 175 cm, berkulit sawo matang dan suka membawa minimal tiga buah telepon genggam.

Andropol memberitahu Wikundro bahwa Direktur Penyeragaman butuh proposal untuk penyeragaman bahasa. "Ada dana sebesar dua milyar yang siap dipergunakan," Andropol meyakinkan Wikundro di ruang rapat PT Ikompi Moalhang Jayamantap. Setelah bertanya seputar orang-orang yang dikenal Andropol di Departemen Kosakata, Wikundro meminta Arbinto menyiapkan proposal yang diminta. Arbinto membuat proposal penyeragaman bahasa sebanyak tiga buah masing-masing bernilai dua milyaran. Menurut pengalaman, nilai anggaran yang turun biasanya hanya sepertiga dari nilai proposal. PT Ikompi Moalhang Jayamantap tahu persis hal itu.

Ketika menghadap Direktur Penyeragaman, Pak Direktur menguji kemampuan Wikundro dalam soal-soal kosakata. Wikundro yang memang pintar bisa melayani dengan baik penjajagan pengetahuan yang diberikan oleh Pak Direktur. Akhirnya kimia mereka bersambung dan Pak Direktur berjanji akan membawa proposal itu kepada Pak Dirjen Pemberdayaan Kosakata.

Tidak ada lagi pertemuan dengan Direktur Penyeragaman maupun Andropol dan Yulkimar. Semua seperti abab yang hilang tanpa bekas diterbangkan angin di sekitar kepala. Ikompi Moalhang Jayamantap tidak pernah menyinggung soal proposal ke Departemen Kosakata. Banyak pekerjaan lain yang disusun dan sedang dilakukan.

Tiba-tiba, tiga bulan setelah pertemuan dengan Direktur Penyeragaman, Andropol dan Yulkimar datang ke Ikompi Moalhang Jayamantap membawa pengumuman lelang pekerjaan pembuatan seragamisasi perangkat lunak kosakata. Nilai pagunya empatratus juta.

"Bagaimana ini. Bin?" Wikundro bertanya pada Arbinto. "Wah, nggak usah ikut, Bos. Bikin capek saja. Nilai proyek segitu mah tidak ada nilainya. Nggak cucuk dengan sumberdaya yang nanti akan dikeluarkan." Arbinto menjawab pertanyaan koleganya.

"Oh, bukan kita yang akan mengerjakan tapi tim Pak Direktur. Mereka hanya butuh bendera saja." Andropol menjelaskan bahwa pekerjaan itu sebenarnya skenario Pak Direktur Penyeragaman. Tim Pak Direktur yang akan menyelesaikan pekerjaannya, bukan Ikompi Moalhang Jayamantap.

"Tetap saja, Bos. Rugi PT kita kalau hanya dipakai untuk itu." Arbinto mempengaruhi Wikundro. Memang Ikompi Moalhang Jayamantap saat itu sedang mengerjakan proyek senilai tujuh milyar sehingga pekerjaan senilai empatratusjuta tidak menarik lagi untuk dikerjakan.

Akhirnya, setelah berunding dengan a lot Andropol dan Wikundro sepakat untuk maju lelang dengan tiga bendera, yaitu Tharqe Hubb Chawechawe, Ikompi Moalhang Jayamantap dan Lindudata Maju Pertiwi. Yang disetel untuk menang adalah Lindudata Maju Pertiwi. Andropol dan tim Pak Direktur yang akan mengatur lelang.

Wikundro dan Arbinto percaya saja pada kemampuan Andropol dan tim Pak Direktur untuk mengatur lelang. Gaya Andropol memang meyakinkan sebagai pemain proyek. Ditambah dengan tim Pak Direktur tentu akan menjadi lebih aman segala sesuatunya.

Sungguh kepercayaan yang pada akhirnya berbuah surat panggilan dari Kejaksaan Negeri Jankarto Pusat. Setelah diselidiki ternyata Direktur Utama Lindudata Maju Pertiwi dipanggil oleh kejaklsaan karen ada salah seorang direktur Lindudata Maju Pertiwi yang menjadi tenaga ahli untuk Ikompi Moalhang Jayamantap. Terbongkarlah rekayasa lelang itu. Bagaimana mungkin seorang direktur dari Lindudata Maju Pertiwi menjadi tenaga ahli untuk Ikompi Moalhang Jayamantap untuk lelang pekerjaan yang sama?

Dasar koplo! Merekayasa proyek kok sembrono. Dasar Direkur talkeh alias nguntal okeh. Duit haram saja dimakan. Apa nggak buncit nanti perutnya?
Related Posts
No related posts

http://moharifwidarto.com/2008/05/koplo/

--
This article was sent using my Viigo.
For a free download, go to http://getviigo.com


Moh Arif Widarto

http://moharifwidarto.com


Sent from my BlackBerry® 8707
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Read More......

Kamis, 2008 Mei 08

Peluncuran Kumpulan Cerpen Pak Sawali

Ada email dari Ci Aha ke milis KBBC. Isinya seperti di bawah ini:

-isi-email-
Teman-teman semua dengan kerendahan hati mohon sudi kiranya hadir dalam acara louncing buku kumpulan cerpennya pak Sawali. Mohon dukungannya, ya.
 
Susunan Acara
PENTAS SASTRA DAN DISKUSI BUKU
Kumpulan Puisi Kembali dari Dalam Diri Ibrahim Ghaffar
Dan Kumpulan Cerpen Perempuan Bergaun Putih Sawali Tuhusetya
PDS HB Jassin, TIM, Jumat, 16 Mei 2008, Pukul 13.30-18-00 WIB
 
SESI I: PELUNCURAN DAN DISKUSI BUKU PUISI IBRAHIM GHAFFAR

Pukul 13.00-13.30: Regristrasi peserta dan Kudapan Pembuka

Pukul 13.30-14.00: Pembukaan: Basmallah (MC, Rukmi Wisnu Wardani)
                              - Sambutan KSI (Fatin Hamama)
                              - Sambutan PENA (Dr. Ibrahim Ghaffar)

Pukul 14.00-14.30: Pentas sastra
                              - Baca puisi penyair Malaysia (Dr. Ibrahim Ghaffar).
                              - Baca puisi penyair Indonesia (Wilson Tjandinegara dan Jeanne Yap)

Pukul 14.30-16.00: Diskusi Membahas Buku Kumpulan Puisi Ibrahim Ghaffar.

Pembicara: Dr. Chew Fong Peng, Dr. Ibrahim Ghaffar, S.M Zakir (Setia Usaha Pena) dan Ahmadun Yosi Herfanda.
Moderator: Diah Hadaning.

Pukul 16.00-16.15: Rehat.
 
SESI II: DISKUSI BUKU CERPEN SAWALI TUHUSETYA
Pukul 16.15-17.30: Diskusi Membahas Buku Kumpulan Cerpen Sawali Tuhusetya.
                              Pembicara: Maman S. Mahayana, Kurnia Effendi, dan Sawali Tuhusetya.

Moderator: Medy Loekito

Pukul 17.30-18.00: Pentas sastra
                              - Baca Fragmen Cerpen oleh Miranda Putri
                              - Musikalisasi puisi oleh Shobir Poerwanto dkk.

Pukul18.00:Penutupan.
                              - Doa sastra oleh Humam S. Chudori.
                              - Kata Penutup: Hamdalah (MC).
 
Jakarta, 10 April 2008
PANITIA PELAKSANA
 
PENA MALAYSIA
KSI-KCI INDONESIA
 
Susunan Panitia
I. Panitia Pengarah:
   1. Ketua Umum PENA Malaysia.
   2. Ketua Umum Komunitas Sastra Indonesia.
   3. Ketua Umum Komunitas Cerpen Indonesia.
  
Related Posts
Banner Antikelaparan dan Gizi Buruk
Tukar Gu-LINK Tukeran Taut
Rapih-rapih Tampilan
Temu Bloger Empat Provinsi
Kena Racun BlackBerry

http://moharifwidarto.com/2008/05/peluncuran-kumpulan-cerpen-pak-sawali/

--
This article was sent using my Viigo.
For a free download, go to http://getviigo.com


Moh Arif Widarto

http://moharifwidarto.com


Sent from my BlackBerry® 8707
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Read More......

Obat Kencing Manis Dari Biji Alpukat

Ibu saya adalah penderita Diabetes Mellitus atau yang disebut penyakit kencing manis. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Penderita Diabetes Mellitus harus mengontrol makanannya agar kadar gula selalu bagus.

Pada hari Sabtu kemarin ada teman almarhum bapak yang melayat. Istri beliau juga penderita Diabetes Mellitus. Bahkan kadar gula darahnya pernah mencapai 400. Beliau bercerita mengenai obat alternatif untuk Diabetes Mellitus dengan menggunakan biji alpukat.

Obat Diabetes Mellitus dengan Biji Alpukat

Cara membuat:
1. Biji alpukat diiris tipis-tipist
2. Irisan biji alpukat dijemur sampai kering
3. Irisan biji alpukat uyang sudah kering disangrai (orang Jawa bilang digoreng sangan) seperti membuat kopi.
4. Irisan biji alpukat yang sudah disangrai diblender sampai lembut.
5. Masukkan bubuk biji alpukat hasil memblender ke kulit kapsul yang dapat dibeli di apotek.
6. Minum kapsul biji alpukat satu kali sehari.

Demikian informasi yang saya rekam dalam memori saya. Apabila ada yang memiliki resep obat lain bagi Diabetes Mellitus silakan ikut berbagi melalui formulir komentar.
Related Posts
Modifikasi Bajaj Pulsar 180cc: Pulsar 180cc Hitam dengan Fairing FU

http://moharifwidarto.com/2008/05/obat-kencing-manis-dari-biji-alpukat/

--
This article was sent using my Viigo.
For a free download, go to http://getviigo.com


Moh Arif Widarto

http://moharifwidarto.com


Sent from my BlackBerry® 8707
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Read More......

Minggu, 2008 Mei 04

SBY Datang GPRS Hilang

Jumat siang
SBY ke Magelang
Akibatnya GPRS Indosat hilang
Terhenti aktivitas cari uang

-o-

Benar-benar suatu kebetulan yang sempurna. Seharian kemarin GPRS hilang dari sinyal Indosat sehingga saya tidak bisa melanjutkan aktivitas mencari uang.

Saya memang mengandalkan adanya GPRS atau 3G untuk cari uang. Loh, kok bisa? Iya, soalnya cari uangnya lewat posting. Beberapa blog saya menjadi blog jablai dan ternyata cukup berpengaruh pada penurunan pendapatan saya yang cuma receh itu.
Related Posts
Sudah Tiga Hari Di Sleman
Tak Mungkin Di Negeri Ini
Gelisah
Waktu Blogwalking Selalu Kurang
Tes Akademik Calon Siswa SMA Taruna Nusantara TP 2008/2009

http://moharifwidarto.com/2008/05/sby-datang-gprs-hilang/

--
This article was sent using my Viigo.
For a free download, go to http://getviigo.com


Moh Arif Widarto

http://moharifwidarto.com


Sent from my BlackBerry® 8707
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Read More......

Sabtu, 2008 Mei 03

Upacara Pangrupining Layon

Pukul 11 siang kemarin kami baru tiba di Jetis,Caturharjo, Sleman. Kami (saya, istri, Si Berseri-seri Cahaya Kemuliaan) dan Diro pengemudi dari kantor berangkat dari Tangerang pukul 22 malam tetapi kami mampir dulu ke UGD RS Siloam Karawaci karena Si Berseri-seri Cahaya Kemuliaan sudah tiga kali muntah, yaitu pulang sekolah, sore dan malam setelah saya tiba di rumah. Saya putuskan untuk memeriksakan Si Berseri-seri Cahaya Kemuliaan dulu. Dalam menghadapi berpulangnya Bapak saya tidak boleh panik dan menelantarkan yang masih hidup. Insya' Allah penyelenggaraan jenazah almarhum Bapak sudah akan dilaksanakan oleh para tetangga dan keluarga yang dekat. Saya harus mendahulukan yang masih hidup dan tidak gelap mata buru-buru berangkat ke Sleman. Buru-buru adalah pekerjaan setan.

Pelajaran yang bisa diambil dari kasus di atas:
1. Jangan panik menghadapi sesuatu. Seberat apa pun masalah yang kita hadapi, kalau kita mampu tenang dan berpikir jernih, insya' Allah akan lebih mudah mencari pemecahannya.
2. Buat skala prioritas dari langkah-langkah yang akan kita ambil. Letakkan prioritas paling penting dan paling mendesak di urutan pertama. Apabila berkaitan dengan yang sudah meninggal dan yang masih hidup, prioritaskan untuk mengurus yang masih hidup dulu.

-o-

Begitu tiba di Jetis, Timbul teman main saya yang menyambut pertama. Dia menyalami saya lalu memeluk saya sambil menangis, "Aku yo kaget Mbor wong mung tak tinggal mulis adus sedhela kok nampa kabar nek Bapak seda." "Yoh wis, rapapa, Mbul, diikhlaske wae."

Yang datang kedua adalah Mas Arif. Dia memeluk saya sambil menangis. "Walah Apa nggak kebalik ini?" pikir saya dalam hati. "Wis Mas, rapopo. Wis, aku wis ikhlas ket wingi."

Menyambut berikutnya adalah Bu Lik Sumar. Beliau adalah adik bapak saya satu ibu. Bu Lik Sumar juga memeluk saya sambil menangis. "Wis Bu Lik. Wis, aku wis ikhlas. Bapak diikhlaske wae." Setelah itu Mbak Tri, istri Mas Arif lalu Nana, adik saya. Saya juga bilang kepada mereka bahwa saya sudah ikhlas dan supaya mereka juga mengikhlaskan. Saya tahu mereka semua sebenarnya bermaksud ingin memberitahu supaya saya tidak usah terlalu bersedih karena saya yang berada paling jauh. Mas dan adik saya tinggal di kampung. Hanya saya yang merantau.

Terakhir adalah ibu saya. Ibu juga menangis waktu memeluk saya tetapi sambil berkata supaya saya mengikhlaskan. Saya jawab kalau saya sudah ikhlas.

Waktu saya tiba di rumah pelayat sudah banyak. Ada para tetangga, saudara dan juga teman dan kenalan bapak. Almarhum bapak memang pergaulannya sangat luas sampai-sampai kami pun tidak dapat mengenali semua pelayat satu per satu. Saya sangat bahagia karena saat meninggalnya sangat banyak orang yang mau memberikan penghormatan terakhir.

Keluarga dari Ciamis, semua kakak dan adik ibu saya datang. Juga adik-adik bapak. Dari ibu yang sama bapak punya satu adik dan dari garis satu ayah, bapak punya enam adik, lima perempuan dan satu laki-laki. Adik yang satu garis ayah, tiga diantaranya pernah tinggal bersama keluarga kami.

Saya masuk ke rumah di mana jenazah bapak ditempatkan. Di dalam ada Junaidi M Shafar, teman se-SMA saya yang sudah menjadi bagian dari keluarga kami. Dia bagai anak sendiri bagi bapak. Junaidi memeluk saya dan menangis. Saya katakan supaya dia bersabar dan ikhlas. "Aku saja sudah ikhlas, Ned. Nggak apa-apa. Kamu juga harus ikhlas." Dari cerita ibu saya kemudian saya tahu kalau dari pagi Junaidi nangis terus. Saya paham bahwa Junaidi sangat merasa kehilangan, seperti kami yang juga kehilangan.

Jenazah sudah disucikan dan dikafani. Saya hanya membuka kain yang menutupi bagian kepala. Mamang saya mengatakan kalau mau dibuka juga tidak apa-apa tetapi saya mengatakan tidak usah. Saya beranggapan bahwa semua sudah diselenggarakan dengan baik. Saya katakan bahwa saya akan mandi supaya bisa segera menyolatkan jenazah bapak.

Saya kemudian menuju rumah saya yang sejak saya tinggal di Tangerang ditempati oleh bapak dan ibu. Saya mandi, ambil air wudlu dan masuk kembali ke tempat jenazah. Bapak. Saya dirikan sholat jenazah untuk bapak. Baru setelah itu saya ke depan untuk menyambut para pelayat yang hadir.

Pukul 13:30 upacara penyelenggaraan jenazah dimulai. Saya sempatkan mengambil beberapa gambar dengan ponsel (yang akan saya publikasikan ke sini setelah saya kembali ke Tangerang) sebagai penanda peristiwa. Upacara tidak lama, kira-kira hanya duapuluh menit sampai satu jam.

Almarhum dimakamkan di makam keluarga yaitu "Sasana Laya Demang Ronggowarsito". Dulu bapak yang menamai makam keluarga kami dengan nama itu. Liang lahat bapak disamping barat cungkup Mbah Demang.

Tidak ada atraksi kesedihan berlebihan di makam. Selesai liang lahat ditutup, ibu saya berbicara di depan pusara bapak. Ibu mengucapkan selamat jalan dan memohon Allah agar menerima bapak dan menempatkannya di tempat yang mulia. Ibu saya memberi kesaksian bahwa bapak adalah orang yang sangat baik, selama hidup almarhum tidak pernah sekalipun menyakiti perasaan ibu. Selesai itu Uwa Tarli memimpin doa dan kamipun tidak berlama-lama di makam. Kami semua seperti memiliki perasaan sama bahwa segala urusan bapak harus disegerakan termasuk urusan di alam kubur di mana tujuh langkah setelah pelayat terakhir meninggalkan pusara, akan dimulailah urusan di dalam kubur.

Saya sangat berterimakasih kepada semua yang telah memberikan penghormatan terakhir untuk bapak saya. Tetangga, sanak saudara, kolega dan handai tolan. Teman SMA saya yang hadir selain Junaidi adalah Hizbullah Yusuf yang tinggal di Magelang dan Hari Eko yang tinggal di Jogja. Dr. Tengku Faisal Fathani yang menjadi dosen di Teknik Sipil UGM datang sore hari menjelang maghrib karena acara siang hari simulasi evakuasi gempa di Magelang molor acaranya. Dari CahAndong hadir Antobilang dan Fakhrijal. Ijal adalah adik kelas saya dari SMATN. Saya angkatan pertama, dia angkatan kesembilan.

Untuk memberi bekal doa keluarga kami meminta bantuan para takziyah untuk membaca kalimat thoyyibah 3 hari berturut-turut yang sudah dimulai sejak Selasa malam sehingga tersisa Rabu malam dan Kamis malam. Alhamdulillah rumah kami selalu penuh bahkan sampai ada yang tidak kebagian tempat di dalam. Pun seperti malam ini ketika hujan turun cukup deras. Para tetangga dan sanak saudara tetap datang. Kemarin ibu menyampaikan bahwa karena jamaah pengajian ibu-ibu sudah sangat ingin diberi pengajian oleh bapak tetapi tidak kesampaian sampai berpulangnya bapak maka ibu-ibu ingin mengadakan pembacaan kalimat thoyyibah juga. Mereka iri karena hanya bapak-bapak yang dipersilakan. Kami jawab bahwa kami siap, mengijinkan dan justru sangat berterimakasih apabila ada yang ingin membantu memberi doa. Untuk ibu-ibu ini disediakan waktu antara hari keempat sampai keenam karena hari ketujuh nanti akan diadakan lagi untuk bapak-bapak.

Bapak adalah orang Muhammadiyah tetapi tidak menolak tahlil dan kenduri. Bapak beranggapan bahwa tahlil itu isinya bacaan Qur'an dan doa. Tidak ada bacaan buruk dalam tahlil. Sedangkan terhadap kenduri, bapak mengatakan hal tersebut bagian dari hablun minannas. Di kampung kami, kenduri apabila ada orang meninggal dilaksanakan setelah jenazah dikebumikan, 3 harinya, 7 harinya, 40 harinya, 100 harinya, setahunnya dan seribu harinya. Kami akan menyelenggarakan seperti itu.

-o-

Mulai saat ini, apabila ada yang mengalami musibah seperti yang baru saya alami, saya akan dapat memberi saran supaya yang ditinggalkan sabar dan ikhlas. Selama ini, sebelumnya saya belum bisa mengatakan karena belum pernah mengalami. Percayalah bahwa sabar dan ikhlas atas kehendak Allah sangat melegakan perasaan kita.
Related Posts
Irian Akhir 1997

http://moharifwidarto.com/2008/05/upacara-pangrupining-layon/

--
This article was sent using my Viigo.
For a free download, go to http://getviigo.com


Moh Arif Widarto

http://moharifwidarto.com


Sent from my BlackBerry® 8707
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Read More......

Selasa, 2008 April 29

Tolong Dirikan Shalat Ghaib

Pulang dari kantor sore ini telepon saya berbunyi. Seperti biasanya kalau saya mengendarai sepeda motor, saya tidak pernah memedulikan panggilan masuk. Bagi saya berkendara motor adalah momen pribadi yang tidak ingin saya bagi dengan yang lain.

Akan tetapi, telepon berdering, berdering dan berdering terus. Setelah kira-kira satu jam pantat menempel di atas jog Si Ngorok saya pun memutuskan berhenti di Lippo Karawaci. Saya periksa daftar penggilan tak terjawab. Ada panggilan Mas saya di kampung. Ada panggilan sepupu saya dari Cibubur. Dari banyaknya panggilan yang mereka lakukan saya tahu bahwa ada yang penting.

+: Ana apa, Mas?
-: Mbor, Bapak ra ana
+: Apa? Kena apa?
-: Aku ya ra ngerti. Iki aku isih neng dalan
+: Le ora ana neng ngendi?
-: Neng Morangan
+: Teke Bapak gerah po piye?
-: Ora ki. Mau bagas waras.
+: Yo wis. Aku tak bali mengko.
-: Saiki neng ngendi?
+: Neng dalan gek arep bali. Numpak pit montor.
-: Le arep bali numpak apa?
+: Aku tak tilpun kantor ben mobile diterke ngomah terus takgawane mulih.

Selesai menutup telpun saya menelpun Donny (direktur di perusahaan saya) untuk minta tolong agar Diro, pengemudinya, mengantarkan mobil avanza ke rumah saya untuk saya bawa pulang ke Jogja. Saat itulah saya menangis waktu menyampaikan bahwa Bapak meninggal.

Saya sadar sepenuhnya bahwa setiap manusia akan meninggal. Saya juga selalu menyiapkan diri untuk menerima kepastian Allah itu. Akan tetapi, walaupun hati saya ikhlas dan pasrah kepada Allah, saya tetap saja tidak bisa mengingkari kesedihan saya. Selesai menelpon Donny di sepanjang jalan saya tumpahkan air mata saya. Begitu banyak dosa saya kepada Bapak yang mungkin belum semuanya saya mintakan pengampunan. Termasuk ketika saya mengundurkan diri dari tes AKABRI tahun 1993 dulu. Saya tidak mau menjadi tentara tetapi Bapak dan Ibu bersikeras bahwa saya harus jadi tentara untuk mengangkat derajad keluarga. Saya menentang dan mengatakan bahwa derajad manusia bukan ditentukan oleh statusnya sebagai tentara. Di mata Allah, derajad dan pangkat tidak ada artinya. Namun, akhirnya saya mengikuti tes AKABRI selulus SMA dengan maksud untuk membahagiakan kedua orang tua saya. Sayangnya selama satu bulan di AKMIL saya merasakan bahwa pendidikan kemiliteran sangat biadab. Setiap hari saya mendengar Taruna junior harus berteriak-teriak menyebut pangkat dan nama seniornya. Ruang makan AKABRI begitu gaduh seperti tidak ada peradaban. Sepanjang malam saya shalat tahajud dan shalat istikharah. Ketika pada akhirnya saya mimpi sedang UMPTN, besoknya saya mengundurkan diri pada saat tes mental ideologi.

Sampai di rumah saya tilpun lagi Mas Arif nama Mas saya adalah Muhammad Arif Widada tetapi yang ngangkat Mbak Tri, istrinya.

-: Sing sabar ya, Le
+: Ya. Mas Arip nang ngendi?
-: Kae gek neng ngarep
+: Piye Bapak mau critane? Gerah pa piye?
-: Ora ki. Mau esuk sehat banget. Esuk isih nunggoni gaweyan neng SMP1. Awan-awan isih kongkonan wong ngundhuh kambil arep diterke neng Ngaglik. Bar ashar neng ngarepan niliki le dha kerja bakti neng lapangan ngarepe Mas Jo. Terus sorene sambat dhadhane seseg. Aku yo ra ngerti. Ngertine bar Ibu celak-celuk, "Mbak Tri, iki Bapak ngapa?". Pas aku teka Bapak sambat dhadhane seseg angel ambegan. Aku terus nggoleki Pak Dhukuh. Terus ketemu Pak Dhukuh karo Mas Jo. Malah dha bingung. Aku ngomong, "Wis gawa neng UGD wae." Bapak terus digawa neng UGD ning doktere ngomong nek wis ora isa ditulungi.
+: Bapak le tilar neng ndalan pa neng UGD?
-: Aku yo ra ngerti. Ning mau neng ngomah Bapak yo wis meneng wae.
+: Ya wis nek maune Bapak ra gerah. Ibu piye?
-: Ibu wis isa nrima kok. Maune ya syok. Ning saiki wis isa nrima.

Mendengar cerita itu saya lega. Mengetahui bahwa Bapak meninggal dengan mudah cukup membesarkan hati saya. Mudah-mudahan Bapak khusnul khotimah.

-o-

Kepada para sahabat, saya mohon sudilah kiranya mendirikan shalat ghaib untuk Bapak saya. Mohon doanya semoga arwah Bapak dimuliakan disisi Allah SWT, dilipatgandakan amal salehnya dan diampuni segala dosanya.

Nama Bapak saya Muhammad Sunardi Kasmodiryo bin Raji Darmopawiro. 27 Desember 1947 - 29 April 2008.

Malam ini saya akan meluncur ke kampung saya di Dukuh Jetis, Desa Caturharjo, Kecamatan Sleman, Kabupatan Sleman. Pedukuhan yang terletak di belakang SMP1 dan SMA1 Sleman di Jl. Jogja - Magelang. Insya' Allah besok (Rabu, 30 April 2008) jenazah almarhum Bapak akan dimakamkan di makam keluarga di Jetis Caturharjo Sleman pada pukul 13:00 siang.

Sekali lagi, mohon dirikan shalat ghaib untuk Bapak saya.
Related Posts
Blog untuk berbisnis? Bisa kok!
Pak Agum Kendalikan Massa Sampeyan Dong!
Mencari HP CDMA dengan Phonebook 1000
Alumni SMA TN di IPDN Please Jangan Ikut GTM
Temu Bloger Empat Provinsi

http://moharifwidarto.com/2008/04/tolong-dirikan-shalat-ghaib/

--
This article was sent using my Viigo.
For a free download, go to http://getviigo.com


Moh Arif Widarto

http://moharifwidarto.com


Sent from my BlackBerry® 8707
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Read More......